Sabtu, 01 Desember 2012

Digitasi Sistem Informasi Geografis peta Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan ArcView GIS 3.3

Berikut adalah langkah – langkah untuk membuat Digitasi Sistem Informasi Geografis  menggunakan ArcView GIS 3.3. 
1.       Pastikan komputer  kita sudah ter install software ArcView GIS 3.3
2.       Setelah itu, download file EXT32 yang lengkap dengan tambahan atribut – atribut baru. Setelah di download, copy file EXT32 tersebut ke Program Files > ESRI > AV_GIS30 > ARCVIEW > EXT32.
3.       Copy and Replace file EXT32 tersebut.

4.       Langkah selanjutnya adalah buka aplikasi ArcView 3.3



 
5.       Aktifkan Extension. Caranya pilih menu File > Extensions. Lalu centang menu JPEG, Edit Tool 3.1, dan MNDR.



6.       Buat project baru, caranya pilih menu File > New Project
7.       Lalu sisipkan Peta Jogja.jpg. Caranya klik Menu view, lalu pada menu Bar klik Add Theme. Lalu cari pada direktori masing – masing. Jangan lupa!!! di pojok kiri bawah ganti Data Source Type menjadi Image Data Source. Setelah dipilih maka tampilan nya akan menjadi seperti di bawah ini.
8.       Lalu buatlah Themes baru. Caranya pilih menu View > New Theme > Pilih Line.
Jika sudah dipilih maka aka nada tambahan menu Line di bagian pojok kiri. Jangan lupa untuk di save terlebih dahulu.
9.       Kemudian buat garis secara keseluruhan untuk menandai bagian wilayah peta yang berwarna menggunakan “Open Stream Digitize Form”

10.   Setelah itu deteksi dan perbaiki garis/Line menggunakan ET “Edit Tool” . Caranya Klik menu ET > lalu pilih Edit Themes.
11.   Kemudian akan muncul bar ET Polyline > Clean > Intersect . Setelah selesai klik menu Analyze. Maka akan muncul beberapa titik berwarna merah.


12.   Kemudian perbaiki garis / Line yang masih berwarna merah menggunakan Polyline Edit Tools. Sebelumnya close bar terlebih dahulu. Akan muncul ET Polyline > Start Editing > Show Edit Tools.

13.   Edit Menggunakan Polyline Edit Tools dan lakukan analyze sampai semua titik berwarna merah tersebut menghilang.
14.   Build Polygons
Keluar dari bar Cleans dan lakukan Stop Editing > Yes lalu save.
15.   Pilih Build Polygons pada bar ET PolyLine > Lakukan 2 kali Save > OK.
16.   Setelah Itu akan Muncul Bar “PolyLine To Polygon” > Pilih NO dan hasilnya seperti digambar berikut ini.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis

Pada dasarnya pada SIG terdapat enam proses yaitu:

1. Input Data
          Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.

2. Manipulasi Data
          Tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.

3. Manajemen Data
          Setelah data spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial. Pengolaha data non-spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang memiliki ukuran besar. 

4. Query dan Analisis
          Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Secara fundamental SIG dapat melakukan dua jenis analisis, yaitu:
a. Analisis Proximity
          Analisis Proximity merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer. SIG menggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung di sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada.
b. Analisis Overlay
          Overlay merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.

5. Visualisasi
          Untuk beberapa tipe operasi geografis, hasil akhir terbaik diwujudkan dalam peta atau grafik. Peta sangatlah efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis. Sumber: wikipedia

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
          Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengolahan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi. 
          Menurut para ahli, pengertian dari SIG itu adalah sebagai berikut. 
 1. Aronaff (1989)
          SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
2. Burrough (1986)
          SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.
3. Kang-Tsung Chang (2002)
          SIG sebagai a computer system for capturing, storing, querying, analyzing, and displaying geographic data.
4. Murai (1999)
          SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
5. Marble et al (1983)
          SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.
6. Bernhardsen (2002)
          SIG sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisa data
7. Gistut (1994)
          SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan, yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi
8. Menurut Berry (1988)
          SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
9. Calkin dan Tomlison (1984)
          SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.
10. Linden, (1987)
          SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
11. Alter
          SIG adalah sistem informasi yang mendukung pengorganisasian data, sehingga dapat diakses dengan menunjuk daerah pada sebuah peta.
12. Prahasta
          SIG merupakan sejenis software yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.
13. Menurut Petrus Paryono
          SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.
          Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin). Sumber:wikipedia